Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Obat Herbal untuk Kesehatan Ikan Air Tawar : Lampesan dan Lidah Buaya

Lampesan (Scutellaria discolor Colebr.)

Jenis tanaman ini adalah tanaman tahunan yang hidup pada ketinggian 500-2400 m dpl. Tinggi lampesan dapat mencapai 120 cm. Tanaman ini tumbuh tegak di dalam hutan-hutan dan di tepi jalan. 
Kandungan aktifnya adalah saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri
Fungsinya untuk meningkatkan kualitas air, menumbuhkan plankton, dan menurunkan pH. 

Caranya, 60 kg daun atau batang dicacah dan disebarkan ke kolam dengan luas 100 m2 untuk meningkatkan kualitas air. Untuk menurunkan pH air, 30 kg daun atau batang dicacah dan disebarkan ke kolam dengan luas 24 m2.
Selain cara diatas, bisa juga daun/batang dipotong-potong lalu dijemur selama 6 jam hingga layu, kemudian dimasukkan ke kolam selama 2-3 hari. Air akan berwarna kehijau-hijauan dan menumbuhkan fitoplankton. Cocok diaplikasikan ke pendederan ikan terutama gurame.
Untuk kolam baru yang terbuat dari semen, bisa juga diberi tanaman ini. Setelah air berwarna hijau kebiruan, batang segera diangkat, biasanya pH-nya menjadi netral.

Penggunaan herbal untuk pencegahan dan pengobatan penyakit pada ikan saat ini sudah banyak yang melakukan, namun masih banyak pembudidaya ikan yang masih ragu kebenaran akan kemanjuran herbal ini. Untuk itu, sudah merupakan tugas saya untuk mengungkap semua rahasia alami berdasarkan fakta ilmiah yang tidak dapat diragukan lagi kebenarannya. Obat Herbal untuk Kesehatan Ikan air tawar ini sudah melalui hasil penelitian dari institusi terpercaya di Indonesia. Tugas saya untuk memaparkan dan menyalurkan informasi hasil penelitian ini, dan kini tugas anda untuk mengungkapkan kebenaran hasil penelitian ini melalui budidaya perikanan yang anda tekuni.

Lidah Buaya (Aloe vera)

Lidah buaya merupakan tanaman obat dari Hutan Kalimantan dan tumbuh baik di seluruh pelosok Indonesia. Tanaman ini mengandung alkaloid yang berfungsi membunuh bakteri penyebab borok/luka, keradangan, serta bengkak dan kemerahan.
Caranya, daging daun yang berwarna putih dicacah halus dicampur air, airnya digunakan untuk perendaman ikan yg sakit. Perendaman juga bisa dilakukan menggunakan daun yang telah diambil daging daunnya yang berwarna putih.

Temukan obat herbal lainnya di Artikel Obat Herbal Ikan.
Diskusi Pengobatan Ikan di Facebook : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=629810350409773&set=a.629809820409826.1073741828.206350232755789&type=1&relevant_count=1
Belajar Bersama - Maju Bersama !
www.majubersamaps.com

Sumber : Direktori Herbal Untuk Pengelolaan Kesehatan Ikan Air Tawar, IPB Press


DAPATKAN PROBIOTIK PERIKANAN INOVASI TERKINI
PEMACU PERTUMBUHAN + PENGOLAH KUALITAS AIR + PENGOBATAN IKAN

Obat Herbal untuk Kesehatan Ikan Air Tawar : Pepaya dan Petai Cina, Kemlandingan, Lamtoro

Pepaya (Carica papaya L., Famili Cariccaceae)


Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah. Pepaya berbuah sepanjang tahun dan bisa ditemukan di dataran rendah sampai ketinggian 1000 m dpl. Kandungan aktifnya antara lain pada biji (glucoside, cacirin, dan carpaine), pada getah (papain chymopapain, lisosim, lipase, glutamin, dan siklotransferase), pada daun (enzim papain, alkaloid carpaine, pseudo karpaina, glikosida, karposid, saponin, sakarosa, dektrosa, dan levulosa), serta pada buah (papain, chymopapain menyerupai enzim pepsin, knip toxanthine, beta karoten, pektin, d-galaktosa, L-arabinose, papayotimin papain, tiokinase, serta vitamin A dan C).

Zat-zat yang terkandung tersebut berfungsi untuk membunuh bakteri Aeromonas hydrophila penyebab bercak merah dan parasit Ichtyopthirius mulfitilis penyebab penyakit bintik putih atau white spot.
Batang dan daun pepaya dapat dimanfaatkan sebagai pakan dengan dosis 15 kg untuk 100 kg bobot ikan. Daun segar disebar merata di kolam. Untuk mencegah stres selama transportasi, dua lembar daun pepaya diameter 30 cm diremas-remas dan dimasukkan ke tong/jeriken. Jika menggunakan kantong plastik, diambil air daun perasan saja tanpa ampas daunnya. Selain itu, bisa juga 2 gram daun pepaya dicacah halus dalam 100 ml air dan digunakan untuk perendaman ikan sakit selama 1 jam.

Penggunaan herbal untuk pencegahan dan pengobatan penyakit pada ikan saat ini sudah banyak yang melakukan, namun masih banyak pembudidaya ikan yang masih ragu kebenaran akan kemanjuran herbal ini. Untuk itu, sudah merupakan tugas saya untuk mengungkap semua rahasia alami berdasarkan fakta ilmiah yang tidak dapat diragukan lagi kebenarannya. Obat Herbal untuk Kesehatan Ikan air tawar ini sudah melalui hasil penelitian dari institusi terpercaya di Indonesia. Tugas saya untuk memaparkan dan menyalurkan informasi hasil penelitian ini, dan kini tugas anda untuk mengungkapkan kebenaran hasil penelitian ini melalui budidaya perikanan yang anda tekuni.

Petai Cina, Kemlandingan, Lamtoro (Leucaena leucocephala)


Lamtoro berasal dari Amerika tropis dan biasa ditanam dipekarangan sebagai tanaman pagar atau tanaman peneduh. Tanaman ini berfungsi untuk membunuh parasit penyebab cacingan atau helminthosis (Dactyrogiriasis dan Gyrodactyliasis) pada catfish (lele dan patin). Cara penggunaannya melalui pemberian pakan, 2 gram daun dicacah untuk diberikan kepada 1 kg ikan.









Temukan obat herbal lainnya di Artikel Obat Herbal Ikan.
Diskusi Pengobatan Ikan di Facebook : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=629810350409773&set=a.629809820409826.1073741828.206350232755789&type=1&relevant_count=1
Belajar Bersama - Maju Bersama !
www.majubersamaps.com

Sumber : Direktori Herbal Untuk Pengelolaan Kesehatan Ikan Air Tawar, IPB Press


DAPATKAN PROBIOTIK PERIKANAN INOVASI TERKINI
PEMACU PERTUMBUHAN + PENGOLAH KUALITAS AIR + PENGOBATAN IKAN

Obat Herbal untuk Kesehatan Ikan Air Tawar : Jombang dan Kelor

Jombang (Taraxacum officinale)

Jombang tumbuh liar di lereng gunung, tanggul, lapangan rumput, dan di daerah yang berhawa sejuk. Tanaman ini mengandung taraxasterol, taraxacerin, taraxarol, kholine, inolin, pektin, koumestrol, asparangin mineral (copper, besi, magnesium, fosfor, dan sulfur), serta vitamin (A, B1, B2, C, dan D).

Untuk pencegahan penyakit, sebanyak 0,3 - 0,6 gram daun jombang dicacah halus dan dicampur air 100 ml, kemudian dicampurkan dalam pakan. 
Untuk penyembuhan penyakit, 60 gram daun jombang dicacah halus dicampur air 1 liter dan digunakan untuk perendaman ikan yang sakit.

Jombang dapat membunuh bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah pada ikan air tawar. Air rebusan jombang dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara mengaktifkan makrofag, merangsang pembentukan limfosit, dan memfasilitasi pembentukan antibodi.

Penggunaan herbal untuk pencegahan dan pengobatan penyakit pada ikan saat ini sudah banyak yang melakukan, namun masih banyak pembudidaya ikan yang masih ragu kebenaran akan kemanjuran herbal ini. Untuk itu, sudah merupakan tugas saya untuk mengungkap semua rahasia alami berdasarkan fakta ilmiah yang tidak dapat diragukan lagi kebenarannya. Obat Herbal untuk Kesehatan Ikan air tawar ini sudah melalui hasil penelitian dari institusi terpercaya di Indonesia. Tugas saya untuk memaparkan dan menyalurkan informasi hasil penelitian ini, dan kini tugas anda untuk mengungkapkan kebenaran hasil penelitian ini melalui budidaya perikanan yang anda tekuni.

Kelor (Moringa oleifera Lamk.)

Kelor tumbuh di Madura, Jawa, Sumatera, dan Ternate. Tanaman ini mengandung minyak behen, minyak terbang, myrosine, emulsine, alkaloida pahit tidak beracun, serta vitamin A dan B1. 

Kelor dapat membunuh bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah dan Streptococcus agalactiae penyebab penyakit dengan gejala berenang tidak beraturan, mata menonjol, dan badan kehitaman.
Caranya, 5 gram daun dicacah halus dicampur air 100 ml. Hasil saringannya dicampur air dan digunakan untuk perendaman ikan yang sakit.

Temukan obat herbal lainnya di Artikel Obat Herbal Ikan.
Diskusi Pengobatan Ikan di Facebook : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=629810350409773&set=a.629809820409826.1073741828.206350232755789&type=1&relevant_count=1
Belajar Bersama - Maju Bersama !
www.majubersamaps.com

Sumber : Direktori Herbal Untuk Pengelolaan Kesehatan Ikan Air Tawar, IPB Press

DAPATKAN PROBIOTIK PERIKANAN INOVASI TERKINI
PEMACU PERTUMBUHAN + PENGOLAH KUALITAS AIR + PENGOBATAN IKAN

Budidaya Ikan Lele Tanpa Nyortir, Mungkinkah ?

BISAKAH LELE TANPA SORTIR ?
* membuat pertumbuhan merata

Faktor Genetik

Kunci utama untuk menggagalkan acara sortir-menyortir ini ada pada kualitas bibit yang dibeli oleh pembudidaya. Keseragaman bibit lele akan dihasilkan dari sepasang induk "bukan kawin massal atau kumpul lele". Dari sepasang induk saja sudah didapatkan telur-telur yang berbeda (ada yang besar dan ada yang kecil) namun umumnya genetik yang dihasilkan hampir seragam.
Nah, untuk meminimalkan proses penyortiran maka sebaiknya memesan bibit dari pembibit yang bisa diajak kerjasama atau mau memenuhi spesifikasi permintaan pelanggan.

Pemberian Pakan

Ada yang bilang karena kurangnya pakan yang diberikan juga ada benarnya, namun walaupun dengan bibit yang satu induk (genetik yang sama) dengan pakan yang cukup masih juga ditemui ketidak seragaman. Didalam satu kolam tersebut pasti dijumpai ikan lele yang dominan ("kuat") dan ikan lele yang lemah dalam persaingan perebutan pakan, akhirnya bisa dipastikan yang besar tambah besar yang kecil tambah kecil. Hukum Rimba pun berlaku didalam kolam lele, siapa yang kuat dia yang menang, dan tidak terelakkan lagi lele yang kecil akan menjadi korban sifat kanibalisme pada ikan.
Teknik pemberian pakan diperlukan dalam hal ini, dengan cara pemberian pakan sesuai nutrisi sebanyak 80% diberikan diawal dan 20% (pakan yg lebih berkualitas) kemudian diberikan diakhir penebaran pakan. Teknik ini akan memberikan kesempatan bagi ikan yang lemah mendapatkan kualitas pakan yang lebih baik dibandingkan ikan yang dominan.

Pemberian Feed Additive

Sifat genetik yang lemah dan persaingan perebutan pakan di kolam mengakibatkan ketidakseragaman pertumbuhan. Dengan pemberian asupan vitamin khusus, hormon dan enzim dapat mengurangi angka kekerdilan dan menyeragamkan pertumbuhan pada ikan. Saat ini sudah ada beberapa produsen pabrikan yang menyiapkan produk tersebut.


DAPATKAN PROBIOTIK PERIKANAN INOVASI TERKINI
PEMACU PERTUMBUHAN + PENGOLAH KUALITAS AIR + PENGOBATAN IKAN
ProHerbal Plus MB - Probiotik Perikanan

Akibat Penyakit
Pencegahan lebih baik daripada mengobati itu memang betul sekali, namun kadang pembudidaya kurang mengetahui tindakan pencegahan yang tepat dan cepat untuk mengatasi masalah penyakit sehingga ikan pun terserang penyakit. Perlu diketahui, gejala umum yang terjadi pada ikan dapat seharusnya sudah megambil tindakan karena masih dalam "fase inkubasi" perkembangbiakan bakteri/virus/jamur.
Walaupun bisa disembuhkan namun, sudah bisa dipastikan bahwa pertumbuhan ikan yang sembuh dari penyakit akan terlambah. Lakukan tindakan pemulihan kondisi ikan sesegera mungkin. 

Sukses Selele !

*anda dapat mengcopy artikel ini dengan mencantumkan link penulis

Obat Herbal untuk Kesehatan Ikan Air Tawar : Jambu Biji dan Jinten Hitam

Jambu Biji (Psidium guajava L.)

Jambu biji tersebar di berbagai daerah dan mempunyai bermacam-macam istilah seperti di Sumatera dikenal dengan gilma breven, glimen bera, galiman, masiambu, dan biawas. Di Sulawesi dikenal dengan nama gayawas, bayawat, kayawas, daun jambu, paratulega, dan jambu paratukala. Di Jawa dikenal dengan nama jambu klutuk, bayawas, jambu krutuk, petokal, dan jambu bhender.  Di Maluku dikenal dengan nama kayawase, kejawusu, lainehatu, lutuhatun, dan gajawe. 

Daun jambu biji kaya akan tanin, terpenoid, guajaverin, oleanolic, ursolic acid, asam psidiolat, dan flavonoid. Selain itu juga mengandung polifenol, yang bersifat minyak esensial yang menghambat kerja enzim tertentu dan aktivitas oksidan. Jambu biji dapat membunuh bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah. 

Penggunaan herbal untuk pencegahan dan pengobatan penyakit pada ikan saat ini sudah banyak yang melakukan, namun masih banyak pembudidaya ikan yang masih ragu kebenaran akan kemanjuran herbal ini. Untuk itu, sudah merupakan tugas saya untuk mengungkap semua rahasia alami berdasarkan fakta ilmiah yang tidak dapat diragukan lagi kebenarannya. Obat Herbal untuk Kesehatan Ikan air tawar ini sudah melalui hasil penelitian dari institusi terpercaya di Indonesia. Tugas saya untuk memaparkan dan menyalurkan informasi hasil penelitian ini, dan kini tugas anda untuk mengungkapkan kebenaran hasil penelitian ini melalui budidaya perikanan yang anda tekuni.

Caranya 4-5gram daun dicacah halus dicampur air 1 liter, selanjutnya dicampur pakan. Cara lain bisa dilakukan yakni 1-2 g daun dicacah halus dan dicampur air sebanyak 5 liter. Air tersebut digunakan untuk perendaman ikan yang sakit selama 48 jam.

Jinten Hitam (Nigella sativa L.)


Jinten hitam ini berasal dari Asia Barat Daya lalu berkembang di seluruh Asia termasuk Indonesia, lalu ke Timur Tengah dan Afrika. 

Tanaman ini mengandung thymokuinone (TQ), dithymoquinone (DTQ), thymohidriquinone (THQ), dan thmol (THY). Kandungan lainnya minyak atsiri, minyak lemak, asam lemak tak jenuh (omega 3 dan omega 6), d-limonena, simena, glukosida, saponin, jigelin, dan higelon.
Jinten hitam berfungsi sebagai immunostimulan, anti penyakit virus, dan antioksidan. Dapat membunuh bakteri Aeromonas hydrophila penyebab bercak merah pada ikan air tawar serta virus KHV. Cara penggunaannya, jinten hitam dihaluskan secukupnya lalu dicampurkan ke pakan.




Temukan obat herbal lainnya di Artikel Obat Herbal Ikan.
Belajar Bersama - Maju Bersama !
www.majubersamaps.com

Sumber : Direktori Herbal Untuk Pengelolaan Kesehatan Ikan Air Tawar, IPB Press


DAPATKAN PROBIOTIK PERIKANAN INOVASI TERKINI
PEMACU PERTUMBUHAN + PENGOLAH KUALITAS AIR + PENGOBATAN IKAN

Obat Herbal untuk Kesehatan Ikan Air Tawar : Gamal, Liridiyah dan Gelang, Krokot

Gamal, Liridiyah (Gliricidia sepium)

Tanaman ini banyak dijumpai tumbuh liar di pekarangan rumah atau lahan yang tidak terurus. Zat yang terkandung adalah saponin, flavonid, dan polifenol.
Fungsinya untuk mencegah gangguan hama dan predator, seperti ikan liar, ular, burung, kepiting, dan katak.

Dosis penggunaananya, 6 kg daun dicacah, dicampur dengan air, hasil saringannya dimasukkan ke dalam kolam dengan luas 100 m2. Dua hari kemudian bangkai predator akan mengapung, air dibuang dan diganti 2-3 kali hingga air tidak berasa pahit lagi.

Penggunaan herbal untuk pencegahan dan pengobatan penyakit pada ikan saat ini sudah banyak yang melakukan, namun masih banyak pembudidaya ikan yang masih ragu kebenaran akan kemanjuran herbal ini. Untuk itu, sudah merupakan tugas saya untuk mengungkap semua rahasia alami berdasarkan fakta ilmiah yang tidak dapat diragukan lagi kebenarannya. Obat Herbal untuk Kesehatan Ikan air tawar ini sudah melalui hasil penelitian dari institusi terpercaya di Indonesia. Tugas saya untuk memaparkan dan menyalurkan informasi hasil penelitian ini, dan kini tugas anda untuk mengungkapkan kebenaran hasil penelitian ini melalui budidaya perikanan yang anda tekuni.

Gelang, Krokot (Portulaca uleraceae)

Tanaman ini merupakan gulma di perkebunan serta tumbuh liar pada pekarangan dan tepi jalan. Krokot diperkirakan berasal dari Brazil.
Kandungan yang terdapat dalam tanaman ini adalah garam kalium (KCl, KSO4, dan KNO3), kalsium, fosfor, iron, katekolamin (norepinephrine, dopamine, dan dopa) nicotimic aced, tonin, saponin, mucilage, karoten, vitamin (A, B1, B2, dan C), serta asam lemak omega 3. 

Fungsinya membunuh bakteri penyebab keradangan, bengkak, dan luka, serta radang usus.
Caranya, 1,5 - 3 kg daun segar dicacah halus dicampur dalam pakan dan diberikan untuk 100 kg ikan.

Temukan obat herbal lainnya di Artikel Obat Herbal Ikan.
Diskusi Pengobatan Ikan di Facebook : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=629810350409773&set=a.629809820409826.1073741828.206350232755789&type=1&relevant_count=1
Belajar Bersama - Maju Bersama !
www.majubersamaps.com

Sumber : Direktori Herbal Untuk Pengelolaan Kesehatan Ikan Air Tawar, IPB Press



DAPATKAN PROBIOTIK PERIKANAN INOVASI TERKINI
PEMACU PERTUMBUHAN + PENGOLAH KUALITAS AIR + PENGOBATAN IKAN
 

Obat Herbal untuk Kesehatan Ikan Air Tawar : Eceng Gondok dan Gadung

Eceng Gondok (Eichornia crassipes)

Eceng Gondok atau Enceng Gondok adalah salah satu tumbuhan air mengapung. Selain dikenal dengan nama eceng gondok, di beberapa daerah di Indonesia eceng gondok mempunyai nama lain seperti kelipuk (Palembang), ringgak (Lampung), ilung-ilung (Dayak), dan tumpe (Manado).
Eceng gondok pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ilmuwan bernama Carl Friedrich Philipp von Martius, seorang ahli botani berkebangsaan Jerman pada tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi di sungai Amazon, Brazil. Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air ke badan air lainnya. 
Tanaman ini mengandung silikon dioksida, kalsium, magnesium, kalium, natrium, klorida, copper, mangan, zat besi, saponin, karoten, polifenol, dan delphinidin-3diglucoside

Penggunaan herbal untuk pencegahan dan pengobatan penyakit pada ikan saat ini sudah banyak yang melakukan, namun masih banyak pembudidaya ikan yang masih ragu kebenaran akan kemanjuran herbal ini. Untuk itu, sudah merupakan tugas saya untuk mengungkap semua rahasia alami berdasarkan fakta ilmiah yang tidak dapat diragukan lagi kebenarannya. Obat Herbal untuk Kesehatan Ikan air tawar ini sudah melalui hasil penelitian dari institusi terpercaya di Indonesia. Tugas saya untuk memaparkan dan menyalurkan informasi hasil penelitian ini, dan kini tugas anda untuk mengungkapkan kebenaran hasil penelitian ini melalui budidaya perikanan yang anda tekuni.

Fungsi eceng gondok adalah menjaga kualitas air karena dapat menyerap polutan. Caranya dengan memasukkan tanaman ini pada 20-25% bagian dari kolam. Jika populasi tanaman sudah padat harus segera dikurangi.

++ Fungsi eceng gondok berdasarkan literatur, menyerap senyawa-senyawa organik, terutama amonia dan fosfat. “Eceng gondok bersifat fitoremediasi atau tumbuhan yang menyerap polutan”
Setiap batang eceng gondok sanggup membersihkan air limbah domestik sebanyak 4 liter.
Selain itu, akar tanaman ini juga dapat menghasilkan zat alleopathy yang mengandung zat antibiotoka dan juga mampu membunuh bakteri E. coli.
Eceng gondok juga mampu menjernihkan atau menurunkan kekeruhan suatu perairan hingga 120 mg perliter silika selama 48 jam sehingga cahaya matahari dapat menembus perairan dan dapat meningkatkan produktivitas perairan melalui proses fotosintesis bagi tanaman air lainnya.

Selain dapat menyerap logam berat, eceng gondok dilaporkan juga mampu menyerap residu pestisida, contohnya residu 2.4-D dan paraquat. Akar dari tumbuhan eceng gondok mempunyai sifat biologis sebagai penyaring air yang tercemar oleh berbagai bahan kimia buatan industri.

Eceng gondok sangat peka terhadap keadaan yang unsur haranya didalam air kurang mencukupi, tetapi responnya terhadap kadar unsur hara yang tinggi juga besar. Proses regenerasi yang cepat dan toleransinya terhadap lingkungan yang cukup besar, menyebabkan eceng gondok dapat dimanfaatkan sebagai pengolah kualitas pada air kolam.

Gadung (Dioscorea hispida dennst)


Gadung adalah tanaman asli Indonesia. Buahnya dikategorikan sebagai umbi-umbian dan termasuk tanaman "pala kependem" artinya tanaman yang buahnya berada didalam tanah seperti ketela, bengkuang, dan umbi-umbian lain. Gadung dapat digunakan untuk penyembuhan ikan dengan cara  mencacah umbi dan daunnya sampai halus lalu dicampur air. Air tersebut digunakan untuk merendam ikan yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit bercak merah dengan gejala borok dan kemerahan pada kulit.




Temukan obat herbal lainnya di Artikel Obat Herbal Ikan.
Diskusi Pengobatan Ikan di Facebook : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=629810350409773&set=a.629809820409826.1073741828.206350232755789&type=1&relevant_count=1
Belajar Bersama - Maju Bersama !
www.majubersamaps.com

Sumber : Direktori Herbal Untuk Pengelolaan Kesehatan Ikan Air Tawar, IPB Press



DAPATKAN PROBIOTIK PERIKANAN INOVASI TERKINI
PEMACU PERTUMBUHAN + PENGOLAH KUALITAS AIR + PENGOBATAN IKAN

Obat Herbal untuk Kesehatan Ikan Air Tawar : Bawang Putih dan Ciplukan

Bawang Putih (Allium sativum L.)

Bawang Putih merupakan tanaman rempah yang berasal dari Asia Tengah (Cina dan Jepang) yang beriklim subtropis. Kemudian tanaman ini menyebar ke seluruh Asia dan Eropa, sampai akhirnya ke seluruh dunia. Di Indonesia, bawang putih dikenal dengan naman lasun (Aceh), dasun (Minangkabau), bawang bodas (Sunda), dan incuna (Nusa Tenggara).

Penggunaan herbal untuk pencegahan dan pengobatan penyakit pada ikan saat ini sudah banyak yang melakukan, namun masih banyak pembudidaya ikan yang masih ragu kebenaran akan kemanjuran herbal ini. Untuk itu, sudah merupakan tugas saya untuk mengungkap semua rahasia alami berdasarkan fakta ilmiah yang tidak dapat diragukan lagi kebenarannya. Obat Herbal untuk Kesehatan Ikan air tawar ini sudah melalui hasil penelitian dari institusi terpercaya di Indonesia. Tugas saya untuk memaparkan dan menyalurkan informasi hasil penelitian ini, dan kini tugas anda untuk mengungkapkan kebenaran hasil penelitian ini melalui budidaya perikanan yang anda tekuni. 

Penggunaannya dalam penyembuhan ikan yaitu melalui perendaman.
- 25 mg bawang putih dihaluskan dan dicampur 1 liter untuk perendaman ikan sakit
- untuk penyakit Koi Herves Virus (KHV) sebanyak 30 gram dalam 100 ml air
Bawang putih mengandung minyak atsiri dan allicin yang berfungsi menghilangkan bakteri penyebab penyakit bercak merah Aeromonas hydrophila pada ikan patin dan penyakit KHV pada ikan mas.
Selain itu, menghilangkan parasit Ich dan cacing Trichodina sp yang menyebabkan gatal dan bintik putih pada benih ikan air tawar.


Ciplukan (Physalis angulata L.)

Tumbuhan ini asli dari Amerika dan telah tersebar secara luas di berbagai daerah tropis dunia. Ciplukan di Indonesia merupakan tumbuhan liar berupa semak/perdu yang rendah (biasanya tingginya sampai 1 meter) dan mempunyai umur kurang lebih 1 tahun. Tumbuhan ini subur di dataran rendah sampai ketinggian 1550 meter dpl, tersebar di tanah tegalan, sawah-sawah kering, serta dapat ditemukan di hutan-hutan jati. Bunganya berwarna kuning, buahnya berbentuk bulat dan berwarna hijau kekuningan bila masih muda, tetapi bila sudah tua berwarna hijau kekuningan bila masih muda, tetapi bila sudah tua berwarna cokelat dengan rasa asam-asam manis. Buah Ciplukan yang muda dilindungi campak (kerudung penutup buah). 

Penggunaanya dalam penyembuhan ikan yaitu melalui perendaman.
- Daun dan buahnya direbus (15-30 gram) dalam 100 ml air atau kering (5-10 gram) dalam 100 ml air lalu digunakan untuk perendaman.

Ciplukan mengandung asam klorogenat, elaidic acid, dan physalin yang berfungsi menghilangkan bakteri penyebab radang, bengkak, dan kemerahan atau borok.

Temukan obat herbal lainnya di Artikel Obat Herbal Ikan.
Diskusi Pengobatan Ikan di Facebook : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=629810350409773&set=a.629809820409826.1073741828.206350232755789&type=1&relevant_count=1 
Belajar Bersama - Maju Bersama !
www.majubersamaps.com

Sumber : Direktori Herbal Untuk Pengelolaan Kesehatan Ikan Air Tawar, IPB Press



DAPATKAN PROBIOTIK PERIKANAN INOVASI TERKINI
PEMACU PERTUMBUHAN + PENGOLAH KUALITAS AIR + PENGOBATAN IKAN

Obat Herbal untuk Kesehatan Ikan Air Tawar : Rumput Grinting (Bermuda) dan Bangkongan

RUMPUT GRINTING (BERMUDA) (Cynodan Dactylon)

Tanaman ini berasal dari India dan tumbuh di Indonesia. Rumput bermuda populer digunakan di Padang Golf Indonesia maupun negara lain sekitar khatulistiwa. Rumput bermuda yang tumbuh liar di Indonesia lebih dikenal dengan nama rumput grinting.
Dalam dunia ilmu, rumput ini dikenal dengan nama emCynodon em LC Rich. Rumput bermuda beradaptasi untuk daerah beriklim tropis dan menyebar dengan stolon dan rhizome membentuk lempengan yang tahan bertahun-tahun.

Penggunaan herbal untuk pencegahan dan pengobatan penyakit pada ikan saat ini sudah banyak yang melakukan, namun masih banyak pembudidaya ikan yang masih ragu kebenaran akan kemanjuran herbal ini. Untuk itu, sudah merupakan tugas saya untuk mengungkap semua rahasia alami berdasarkan fakta ilmiah yang tidak dapat diragukan lagi kebenarannya. Obat Herbal untuk Kesehatan Ikan air tawar ini sudah melalui hasil penelitian dari institusi terpercaya di Indonesia. Tugas saya untuk memaparkan dan menyalurkan informasi hasil penelitian ini, dan kini tugas anda untuk mengungkapkan kebenaran hasil penelitian ini melalui budidaya perikanan yang anda tekuni.

Penggunaan dalam penyembuhan ikan yakni melalui pakan dicampur dengan pelet, inkubasi 15 menit dan dilapisi dengan gel, lalu dikeringkan dan disimpan pada suhu kamar.palmitic acid triterpenoid, dan alkaloid ergonovin. Manfaat kandungan tersebut untuk menghilangkan virus yang menyebabkan White Spot Syndrome Virus (WSSV) pada udang Panaeus monodon.
Sebelumnya, 2 gram tanaman dicacah harus ditambah 100 ml air, dan dicampurkan dalam pakan sebagai imunostimulan (pemicu sistem imun). Kandungan yang terdapat dalam tanaman ini, yaitu sitosterol, karoten, dan vitamin C.

BANGKONGAN (Acacia confusa)

Bangkongan digunakan sebagai obat herbal di Taiwan untuk menurunkan asam urat pada serum darah dan sebagai obat antivirus. Tanaman ini banyak terdapat di Asia Tenggara. Penggunaannya dalam penyembuhan ikan yakni dengan memberikannya sebagai pakan. 
- 250 gram daun bangkongan dikeringkan, dihancurkan, dan dibuat bubuk
- dicampur ke dalam pakan untuk 100 kg ikan. 
Bangkongan mengandung tanin yang dapat menghilangkan bakteri penyebab keradangan, borok, dan bengkak.


Temukan obat herbal lainnya di Artikel Obat Herbal Ikan.
Belajar Bersama - Maju Bersama !
www.majubersamaps.com

Sumber : Direktori Herbal Untuk Pengelolaan Kesehatan Ikan Air Tawar, IPB Press

DAPATKAN PROBIOTIK PERIKANAN INOVASI TERKINI
PEMACU PERTUMBUHAN + PENGOLAH KUALITAS AIR + PENGOBATAN IKAN
 

Obat Herbal untuk Kesehatan Ikan Air Tawar : AKAR KUNING DAN BABANDOTAN

Penggunaan herbal untuk pencegahan dan pengobatan penyakit pada ikan saat ini sudah banyak yang melakukan, namun masih banyak pembudidaya ikan yang masih ragu kebenaran akan kemanjuran herbal ini. Untuk itu, sudah merupakan tugas saya untuk mengungkap semua rahasia alami berdasarkan fakta ilmiah yang tidak dapat diragukan lagi kebenarannya. Obat Herbal untuk Kesehatan Ikan air tawar ini sudah melalui hasil penelitian dari institusi terpercaya di Indonesia. Tugas saya untuk memaparkan dan menyalurkan informasi hasil penelitian ini, dan kini tugas anda untuk mengungkapkan kebenaran hasil penelitian ini melalui budidaya perikanan yang anda tekuni.

AKAR KUNING (Arcangelisia flava Merr)

Akar kuning merupakan tanaman obat yang banyak tersebar di hutan Kalimantan. Akar kuning mengandung alkanoid yang bermanfaat untuk memusnahkan kelompok parasit dan protozoa, seperti Ichthyophthirius multifiliis penyebab penyakit bintik putih serta Trichodina spp. dan Epistylis spp.

Cara Pembuatan Herbal Akar Kuning :
- Daun, batang, dan buah direndam dalam air
- Kemudian dicacah halus dah dicampur air
- Airnya digunakan untuk merendam ikan yang terinfeksi parasit 






BABANDOTAN (Argeratum conyzoides L.)

Babandotan banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, dan Madura. Tanaman ini dapat tumbuh hingga ketinggian 2100 m dpl dengan habitat ladang tandus, padang rumput, pinggir jalan, dan kebun. Daun babandotan dapat digunakan sebagai pakan ikan. Daun segar disebarkan ke kolam secara merata, 30 kg daun diberikan sebagai pakan untuk 100 kg ikan selama beberapa 5-7 hari berturut-turut. Untuk transportasi ikan + 200 ekor benih ukuran 1 inch, dapat digunakan 20 lembar daun per 50 liter air.
Babandotan mengandung asam amino B-sitosterol, ageratochromene, friedelin, minyak terbang kumarin, potasium klorida, stigmaterol, organacid saponin, flavonoid polifenol, dan minyak atsiri. Zat-zat yang terkandung dalam babandotan tersebut dapat menghilangkan penyakit ikan yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila penyebab borok dan bercak merah serta Streptococcus agalactiae penyebab ikan berenang tidak beraturan dan mata menonjol.

Temukan obat herbal lainnya di Artikel Obat Herbal Ikan.
Diskusi Pengobatan Ikan di Facebook : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=629810350409773&set=a.629809820409826.1073741828.206350232755789&type=1&relevant_count=1 
Belajar Bersama - Maju Bersama !
www.majubersamaps.com

Sumber : Direktori Herbal Untuk Pengelolaan Kesehatan Ikan Air Tawar, IPB Press



DAPATKAN PROBIOTIK PERIKANAN INOVASI TERKINI
PEMACU PERTUMBUHAN + PENGOLAH KUALITAS AIR + PENGOBATAN IKAN

CARA FERMENTASI PAKAN AYAM - DEDAK AMONIASI


Keunggulan Pakan Fermentasi Dedak Amoniasi :
- meningkatkan kualitas protein
- meningkatkan produksi ternak broiler dan ayam kampung
- terbentuknya protein hewani dari hasil fermentasi yang memiliki asam amino yang lebih lengkap daripada protein dedak
- terbentuknya mikroorganisme Klebsiella sp. yang menghasilkan vitamin B12

Alat dan Bahan :
- dedak halus : 20 kg
- urea : 300 gram (maksimal 1,5% dari dedak halus)
- air sumur : 5 liter + air secukupnya
- kotoran sapi/kerbau (basah) : 1,5 kg (7,5% dari dedak halus)
- ember plastik
- timbangan
- sendok atau alat mencampur lainnya

CARA PEMBUATAN :
1. Larutkan urea dalam air
2. Campurkan dedak dengan kotoran ternak secara merata (Bahan 1)
3. Tambahkan sedikit demi sedikit larutan urea ke dalam Bahan 1, selanjutnya aduk rata
4. Campuran dikatakan sudah mengandung kadar air cukup, bila adonan dikepal selanjutnya diperas, tidak ada air yang keluar di sela-sela jari dan hasil kepalan bila dilepas tetap utuh, tidak pecah tapi bila disentil maka adonan akan terhambur
5. Masukkan adonan kedalam ember dan tutup dengan kantong plastik yang sudah dilobangi
6. Selanjutnya diikat pada bagian mulut ember dengan tali plastik atau karet
7. Lakukan fermentasi selama 2 minggu
8. Bila sudah terbentuk panas, maka tutup plastik dibuka, selanjutnya campuran diaduk rata dan setelah adonan dingin, ditutup kembali untuk melanjutkan proses fermentasi
9. Setiap terjadi panas, adonan diaduk dan kemudian proses fermentasi dilanjutkan sampai terbentuk belatung
10. Proses fermentasi dianggap selesai, bila belatung telah menjalar keluar dari ember
11. Fermentasi yang dilakukan merupakan semi aerob seperti pembuatan tempe kedelai
12. Hasil Fermentasi dapat langsung diberikan pada ternak ayam (buras/ras)

Amoniasi dedak pada dengan feses ayam/kotoran ternak (sapi/kerbau) mampu meningkatkan kualitas bahan karena menghasilkan belatung sebagai protein hewani yang memiliki komposisi asam amino essensial lebih baik dari kandungan asam amino dedak padi sendiri.
Peningkatan protein selain berasal dari belatung, juga berasal dari NPN (Non Protein Nitrogen) urea yang digunakan dalam proses amoniasi.

Manfaat Penggunaan buat :
- Ayam Petelur, meningkatkan besar telur, jumlah telur per periode lebih banyak, pertumbuhan anak lebih cepat dan lebih tahan thp penyakit, berat DOC lebih tinggi dari induk yg tidak mendapat dedak amoniasi, kondisi induk selama masa mengeram sehat dan bobot tidak mengalami penurunan
- Ayam Buras/Ras Pedaging, mampu meningkatkan protein sampai dua kali lipat dan penggunaan pada broiler sampai 20% dalam pakan dapat meningkatkan konsumsi pakan

Catatan :
- Bisa juga ditambahkan Rhizopus oligoporus (ragi tempe), hasil fermentasi menghasilkan vitamin B12
- Hasil fermentasi ini dapat meningkatkan protein kasar 6,7% menjadi 13,3 - 13,8%


Sumber : Prof. Dr. Ir. Laily Agustina, M.S.
"Buku Potensi  Ayam Buras Indonesia"

Jamu atau Herbal Obat Pencegah Flu Burung

Penggunaan herbal atau jamu-jamuan untuk ternak sebenarnya sudah dilakukan sejak dahulu kala, namun kini dengan semakin berkembangnya teknologi penelitian, herbal benar-benar telah diteliti dan memiliki khasiat sebagai pencegah salah satu penyakit massal pada unggas yakni Flu Burung atau Avian Influenza (AI). Temulawak merupakan salah satu herbal alami yang dapat digunakan sebagai bentuk pencegahan dan pembentukan kekebalan tubuh pada ternak. Beberapa produk yang telah beredar di poultry shop (toko pakan ternak) pun sudah tersedia seperti PROMIX dan JAMPISTRESA.

Rektor IPB, Herry Suhardiyanto mencoba salah satu ramuan jamu yang dipamerkan dalam Globalization of Jamu Brand Indonesia yang digelar di IPB International Convention Center, Jln. Pajajaran Kota Bogor, Kamis (26/6). Hasil penelitian Pusat Studi Biofarmaka IPB menyebutkan temulawak bisa menjadi obat dan pencegahan flu burung.*

BOGOR, (PRLM).- Hasil penelitian para peneliti di Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) yang dicampur dengan sejumlah bahan herbal lainnya mampu mengobati dan melakukan pencegahan terhadap virus flu burung. Meski baru diterapkan pada unggas, para peneliti yakin pengobatan herbal ini juga bisa diterapkan pada manusia dengan penelitian lebih lanjut.

Demikian dikatakan salah seorang peneliti IPB yang juga Ketua Departemen Klinik Reproduksi dan Patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Prof. Dr. drh. Bambang Pontjo Priosoeryanto di sela-sela "The 2nd International Symposium on Temulawak" yang merupakan rangkaian kegiatan Globalization of Jamu Brand Indonesia di IPB International Convention Center, Jln. Pajajaran, Kota Bogor, Kamis (26/5). Dikatakan Pontjo-panggilan Bambang Pontjo Priosoeryanto -, pihaknya sudah melakukan penelitian lanjutan terkait khasiat temulawak sebagai obat dan pencegah flu burung.

Cara pertama, pihaknya memberikan kombinasi temulawak dengan tanaman herbal lainnya ke tubuh unggas yang kemudian disuntik dengan virus HI. Sementara, cara yang kedua, unggas yang telah diberi kombinasi temulawak dan herbal lainnya ditantang dengan virus AI selama satu bulan. "Hasilnya, unggas yang telah diberi temulawak mempunyai umur yang lebih panjang ketika disuntik virus dibandingkan unggas yang tidak diberi kombinasi temulawak. Saya agak lupa sampai berapa panjang umur lebihnya, mungkin sekitar semingguan," kata Pontjo.

Dari penelitian yang telah dilakukan oleh pihaknya ini, lanjut Pontjo, temulawak sebenarnya bisa dipikirkan sebagai obat pencegah flu burung. "Kita kembangkan lebih dulu, supaya tidak keduluan negara lain. Pasalnya, temulawak ini sebenarnya ada di beberapa negara selain Indonesia," lanjut Pontjo.

Sejumlah campuran yang digunakan sebagai jamu untuk penangkal flu burung ini, disebutkan Pontjo antara lain temu ireng, meniran, dan sambiloto. Sebelumnya, tutur Pontjo, temulawak berdasarkan penelitiannya juga mampu menangkal perkembangan sel tumor (kanker). Menurut dia, biasanya bahan yang bisa menjadi antitumor bisa pula menjadi antivirus karena cara kerjanya hampir sama.

Ketika ditanya kemungkinan penggunaan temulawak sebagai penangkal flu burung pada manusia, Pontjo mengungkapkan pasti ada kemungkinan. "Pada dasarnya temulawak ini mengaktifkan kekebalan tubuh. Untuk penggunaan pada manusia, kemungkinan besar bisa. Namun, perlu kita teliti lebih lanjut lagi," tuturnya.

Sementara itu, Rektor IPB, Herry Suhardiyanto mengatakan sebenarnya ada banyak obat herbal (jamu) yang menjadi warisan nenek moyang kita. Hanya saja, sampai saat ini secara scientifikasinya belum terdata secara lengkap. "Secara kultural memang sudah diakui, tetapi secara evidence kalau jamu itu bisa jadi obat belum tercatat dengan sistem yang lengkap," katanya.

Meski terus mensosialisasikan jamu sebagai brand Indonesia, Herry juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlalu mempersepsikan jamu sebagai hal yang super. "Harus dipersepsikan secara proporsional, tapi jangan terpinggirkan," lanjutnya. Terlebih, penggunaan jamu juga lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi Kementrian Kesehatan, Agus Purwadianto, mengatakan pihaknya terus mendorong agar jamu atau obat herbal bisa menjadi brand Indonesia bersanding dengan obat-obatan lainnya. Sebagai langkah konkritnya, Kementrian Kesehatan telah melatih 90 dokter agar ahli juga di bidang pengobatan herbal sehingga mereka mempunyai kemampuan memberi obat biasa maupun herbal. "Kami sudah menawarkan para dokter ini untuk ke negara-negara di wilayah ASEAN," katanya.

Tujuannya, agar jamu asal Indonesia lebih diakui sebagai obat herbal selain sebagai welcome drink. Saat ini, dokter dengan kemampuan ganda ini lebih banyak praktik di wilayah Jawa Tengah. (A-155/das)***

Menangani Stres pada Ayam akibat Suhu Panas

Pada saat suhu lingkungan tinggi maka ayam sangat sulit mengatur suhu tubuhnya sehingga terjadi penurunan asupan pakan atau feed intake serta meningkatnya konsumsi air minum. Tentu saja kondisi itu dapat berpengaruh terhadap produktivitas ayam tersebut.

Saat suhu tinggi, perkembangan bibit penyakit di dalam paralon air minum menjadi lebih cepat. Oleh karenanya jadwal pembersihan dan desinfeksi saluran air minum sebaiknya ditingkatkan. Begitu juga desinfeksi kandang. Saat ada ayam pilih desinfektan yang aman, seperti Antisep, Destan, Rodalon. Jika di dalam saluran air minum telah terbentuk lapisan atau kerak (disebut biofilm yang merupakan tempat perkembangan bibit penyakit yang baik) sebaiknya dilakukan flushing (mengalirkan air bertekanan) dengan melarutkan hidrogen peroksida (H2O2) 15-20 ppm, asam sitrat 1,5-2 g/l atau asam cuka 8 ml/l, karena pada kondisi banyak terdapat biofilm, senyawa desinfektan tidak dapat bekerja secara optimal. Pemberian Electrovit vitamin plus elektrolit, C-San vitamin C konsentrasi tinggi, Bio-Chicks antibiotik plus vitamin, Pemberian probiotik plus herbal Jampistresa atau Promix dapat membantu menangani stres pada ayam. Hindari pemakaian vitamin yang mengandung antibiotik agar probiotik dapat bekerja sempurna.

Kondisi stres panas merupakan suatu bentuk reaksi fisiologis, biokimia, dan tingkah laku terhadap perubahan lingkungan seperti peningkatan suhu lingkungan. Stres merupakan ungkapan umum tentang penyesuaian fisiologis dan perilaku seperti perubahan denyut jantung, respirasi, temperatur, dan tekanan darah yang terjadi jika ternak mengalami kondisi yang merupakan stressor. Pada saat suhu lingkungan tinggi maka ayam sangat sulit mengatur suhu tubuhnya sehingga terjadi penurunan asupan pakan atau feed intake serta meningkatnya konsumsi air minum. Sebagai tanda biasanya terlihat dari tingkah laku ayam yang terengah–engah (panting). Hal ini disebabkan sebagian besar cadangan air dalam tubuh ayam digunakan untuk menetralisir suhu yang ada dalam tubuhnya. Tentu saja kondisi itu dapat berpengaruh terhadap produktivitas ayam tersebut.

Selain itu,stres pada ayam dapat menyebabkan immunosupresif (menekan sistem kekebalan tubuh) sehingga agen-agen penyakit lainnya dengan mudah dapat menyerang tubuh ayam.  Stres juga menurunkan khasiat vaksinasi, daya tahan hidup ayam, asupan pakan dan pertambahan bobot badan ayam.

Hal–hal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerugian akibat stres panas yaitu dengan mengubah jadwal pemberian pakan. Jadwal pemberian pakan dapat dilakukan saat cuaca tidak terlalu panas yaitu pada pagi dan sore hari. Pemberian cairan elektrolit dan cairan asam juga dapat mengantisipasi dampak negatif dari kondisi tersebut.

Terkait hal tersebut diatas, Acid Pak 4 Way Liquid dari Alltech dapat menjadi solusi untuk mengatasi kondisi stres pada ternak, termasuk stres panas.  Acid Pak 4 Way Liquid merupakan suplemen yang di dalamnya terdiri atas acidifier dan probiotik sertadilengkapi dengan enzim dan elektrolit. Dengan kombinasi beberapa bahan baku tersebut, menjadikan Acid Pak 4 Way Liquid dapat memberikan solusi lengkap untuk masalah stres pada ternak.

Selain dapat mengurangi stres, Acid-Pak-4-Way Liquid berfungsi dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan dan memaksimalkan pemecahan serat sehingga akan didapatkan performa yang maksimal. Elektrolit yang terdapat dalam Acid-Pak-4-Way Liquid berfungsi memelihara keseimbangan elektrolit dalam tubuh ayam. Asam organik berfungsi memberikan lingkungan ideal dalam pencernaan untuk pertumbuhan bakteri yang bermanfaat. Penambahan enzim dan bakteri asam laktat dengan cepat membantu ternak untuk proses pertumbuhan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh M. Kaewsutas di Bangkok Thailand terbukti bahwa penggunaan Acid Pak 4 Way dapat menurunkan kematian sebesar 1,5% dan memperbaiki FCR hingga 0,17 poin. Hal ini diakibatkan oleh penurunan tingkat stres pada ayam sehingga ayam dapat berproduksi secara optimal.

Aplikasi Acid Pak 4 Way Liquid cukup mudah yaitu dicampurkan ke dalam air minum sebanyak 2 ml liter dan dapat menggantikan penggunaan vitamin dan cairan anti stres lainnya sehingga dapat memberikan efek ekonomis yang signifikan.

Manfaat Jamu (Herbal) buat Ternak

Ayam Pun “Minum Jamu”

Digunakan untuk membatasi penggunaan antibiotik, meningkatkan performa dan mendongkrak efisiensi melalui perbaikan tingkat konversi pakan


Tak hanya berisikan probiotik sebagai kandungan utama, produk keluaran CV. Pradipta Paramita (lihat produknya disini) itu juga mengandung komponen herbal dalam takaran tertentu. Dalam keterangan kemasan disebutkan adanya penambahan jamu jawa, herbal dan rempah-rempah di dalamnya. Agnes Herartri, pemilik CV. Pradipta Paramita sekaligus peracik produk menyebutkan adanya imbuhan temulawak (curcuma), jahe (Zingiber officinale), kunyit, kencur dan beberapa jejamuan lainnya.

Agnes memberi penjelasan, curcuma mengandung zat aktif yang bersifat fitobiotik yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri merugikan (patogen). Dengan demikian bakteri ‘baik’ dalam probiotik bisa lebih berkembang dan ‘menjalankan’ tugasnya di saluran pencernaan.

Sementara kunyit bertugas melancarkan metabolisme dan memperbaiki fungsi saluran pencernaan. Dan kencur, memiliki khasiat meningkatkan stamina serta membantu memperbaiki fungsi saluran pernafasan. “Jadi satu produk bisa mendapat dua keuntungan, fungsi probiotik dan fungsi herbal,” terang alumnus Fakultas Biologi UGM ini.

Probiotik, kata Agnes, berperan menghasilkan enzim untuk mencerna bagian dari pakan yang sulit dicerna oleh unggas. Serta mampu membersihkan dinding saluran pencernaan dan berkembang di usus sehingga mendesak populasi mikroorganisme yang merugikan. Sementara komponen herbal, dipastikan Agnes, disatukan bersama probiotik dengan tujuan memaksimalkan kerja probiotik.

Menekan Stres & Penyakit

Selain mendukung kinerja probiotik, kombinasi herbal juga memiliki efek positif mengurangi risiko stres dan penyakit pada ayam. Ini karena metabolisme tubuh ayam terjaga. Karena itu, kata Agnes, pemberiannya bukan untuk mengatasi kasus unggas yang sudah mengalami stres, melainkan sebagai tindakan preventif. Ia menyarankan, suplemen probiotik plus herbal diberikan secara kontinu sehingga tujuannya sebagai langkah preventif bisa tercapai.

Keterangan serupa disampaikan Yatie Setiarsih, Chief Operating Officer PT. Biomin Indonesia. Menurut dia, herbal diberikan sebagai feed additive (imbuhan pakan) karena sifatnya sebagai pendukung bukan pengganti nutrisi dalam pakan. Banyak digunakan untuk meningkatkan performa umum dan efisiensi pakan melalui perbaikan tingkat konversi pakan.

Mengantisipasi Iklim

Salah satu yang mempercayakan kesehatan ternak unggasnya pada keampuhan herbal adalah Joko, peternak broiler asal Ciampea, Bogor. Ia mengaku selama ini menambahkan temulawak, kunyit dan bawang putih dalam pakan ayamnya. Ramuan tersebut hasil racikannya sendiri, dengan dosis perkiraan. Langkah ini ditempuh Joko sebagai tindakan antisipasi atas cuaca yang belakangan semakin tidak bersahabat, danmenyebabkan potensi stres ayam kian tinggi. Selain itu, ia memberikan imbuhan jamu tersebut utamanya pasca pelaksanaan vaksinasi untuk menghindari reaksi negatif post vaccinal.

Menghindari Antibiotik

Sementara menurut Petty Kristiani, Sales Manager PT. Vaksindo Satwa Nusantara (Vaksindo),  tren herbal tidak lepas dari gejala tuntutan pasar yang mulai sadar bahaya residu antibiotik. Kebijakan negara-negara maju, terutama Eropa, melakukan pengetatan terhadap penggunaan antibiotik pada usaha peternakan. Bahkan untuk tujuan memicu pertumbuhan (sebagai growth promoter) kawasan tersebut jelas memberlakukan larangan. Dan produk-produk yang masuk pasar, berbagai negara di dunia saat ini mensyaratkan batas residu antibiotik.

Boris memberikan komentar, mengganti fungsi antibiotik dengan herbal dalam pengobatan tentu tidak bisa karena cara kerja yang berbeda antara keduanya. Ia menjelaskan, untuk mencapai budidaya unggas yang bebas antibiotik mungkin dilakukan, tetapi menggantikan fungsi antibiotik menurutnya tidak bisa. “Tetapi herbal bisa disinergikan dengan antibiotik,” ujarnya.

Pendapat sedikit berbeda justru dikemukakan Hasbullah. Menurut dia, herbal dapat menggantikan fungsi antibiotik karena memiliki sifat antiviral, antibakterial. Terlebih dengan dukungan aplikasi sistem budidaya closed house, sangat mungkin sekali antibiotik ditiadakan dan digantikan dengan herbal. Bisa jadi yang dimaksudkan Hasbullah adalah penggunaan antibiotik sebagai growth promoter, dan mencegah timbulnya kasus-kasus infeksi pencernaan semisal necrotic enteritis (NE).

Tren Terus Naik

Makin besarnya permintaan produk herbal produksi pihaknya dari waktu ke waktu, dijadikan Petty sebagai indikator ukuran keberhasilan atau efektivitas penggunaan herbal pada ternak. “Tren permintaan selalu naik, artinya produk herbal dipercaya dan terbukti memberi hasil positif di lapangan,” kata Petty . Indikator lain adalah makin maraknya perusahaan kompetitor yang meniru produk sejenis.

Tujuan penggunaan herbal sangat tergantung pada zat aktif yang terkandung di dalamnya. Untuk produk Vaksindo dengan merek dagang Vitakur, dikatakan Petty, mengandung kunyit dan temulawak. Temulawak lebih utama dimaksudkan pada membantu fungsi hati,sementara kunyit digunakan dengan tujuan sebagai antibakterial atau fungsi antibiotik. “Tetapi keduanya men-support kerja hati dan pencernaan. Karena pencernaan di atas lebih efisien, maka proses ke bawah akan lebih efisien pula. Sehingga absorbsi maksimal, dan produk buangan yang keluar sebagai feses tinggal ampas saja,” jabarnya. Mekanisme ini juga akan mengurangi problem usus seperti misalnya NE (necrotic enteritis).

Ahmed Aufy, Manajer Teknis, Kompetensi Pusat Phytogenics, Biomin Holding GmbH, Austria dalam tulisannya yang dimuat Magazine All About Feed, Vol 20-No 5-2012 menjelaskan, dengan mengontrol mikroflora usus, aditif phytogenic (herbal) berpotensi meningkatkan kecernaan nutrisi. Dengan penambahan herbal, minyak esensial dapat membatasi pertumbuhan bakteri patogen dalam usus, sehingga mengurangi kompetisi untuk nutrisi antara bakteri dan inang (ayam). Alhasil, lebih banyak nutrisi yang tersedia untuk diserap ayam.

Alternative Feeding Program
Lebih lanjut menurut Ahmed, selama beberapa dekade produsen broiler cenderung menggunakan pakan high-density diet (padat nutrisi) untuk mencari keuntungan setinggi mungkin. Tapi, dengan harga pakan meningkat, seluruh proses produksi mencari alternatif program pemberian pakan untuk meningkatkan profitabilitas.

Edy Djauhari Purwakusumah, Head of Division Natural Resource Development and Cultivation, Pusat Studi Biofarmaka, IPB membenarkan tanaman herbal mulai banyak digunakan pada unggas.  Utamanya sebagai  growth promoter dan pencegahan. “Tetapi sebagaimana pemanfaatan jamu pada manusia, selain berperan sebagai pencegahan dan pertumbuhan, herbal juga ditujukan untuk pengobatan,” katanya.

Temulawak, dengan kandungan curcuminoid-nya digunakan pada manusia untuk meningkatkan daya tahan tubuh, terbukti di ayam pun memiliki efek serupa. Pihaknya saat ini tengah memproses hak paten untuk produk olahan temulawak.

Selengkapnya baca di majalah Trobos edisi September 2012
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...