Tampilkan postingan dengan label Ikan Lele. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan Lele. Tampilkan semua postingan

JUAL BIBIT BENIH IKAN LELE SANGKURIANG (Medan & Sumatera Utara Area)

Bibit Lele Sangkurian merupakan salah satu bibit unggul yang memiliki karakteristik khusus, tingkat konsumsi pakan yang lebih rendah, membuat pembudidaya ikan ikan lele sangkuriang lebih untung. Banyak cara yang dapat digunakan untuk budidaya ikan lele sangkuriang, beberapa pelopor obat-obatan dan probiotik pun berlomba-lomba memperkenalkan cara budidaya lele, sepertik :
 Teknik GUBA, Teknik NASA, Teknik Minaraya, dan Teknik BOSTER.
Berbagai teknik yang diperkenalkan tersebut tentu saja untuk meningkatkan potensi keuntungan bagi peternak lele karena ikan lebih sehat, panen lebih cepat dan lebih hemat pakan.
Namun, berdasarkan pengamatan saya masing-masing teknik tersebut memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing, untuk itu pengaplikasian berbagai macam teknik pun perlu dilakukan untuk saling melengkapi. Mau mencoba?


Kami menyediakan Bibit Lele Sangkuriang
Ukuran 3 - 5 : Harga CALL
Ukuran 4 - 6 : Harga CALL
Ukuran 5 - 7 : Harga CALL





Cara Pemesanan Barang dapat dilakukan melalui SMS, Email, dan Facebook.
1. Kirim Pesan : Jumlah Barang, Jenis Barang, Wilayah (Kota/Kab.)
2.  Tunggu Balasan SMS Informasi Harga dan Biaya Pengiriman
3. Lakukan Pembayaran dan Konfirmasi segera Pembayaran :
Jumlah Dana, Bank, Nama Barang, Alamat Lengkap
4. Kami akan segera memproses penerimaan dana dan mengirimkan barang secepatnya

Melayani Pengiriman Buku Peternakan ke seluruh Nusantara :Pulau Sumatra Nanggroe Aceh Darussalam NAD Daerah Istimewa Ibu Kota Banda Aceh Sumatera Utara Sumut Medan Sumatera Barat Sumbar Padang Bengkulu Bengkulu Riau Pekan Baru Kepulauan Riau Kepri Tanjung Pinang Jambi Jambi Sumatera Selatan Sumsel Palembang Lampung Bandar Lampung Kepulauan Bangka Belitung Babel Pangkal Pinang Pulau Jawa DKI Jakarta Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Jakarta Jawa Barat Jabar Bandung Banten Serang Jawa Tengah Jateng Semarang DI Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta Yogyakarta Jawa Timur Jatim Surabaya Pulau Kalimantan Kalimantan Barat Kalbar Pontianak Kalimantan Tengah Kalteng Palangkaraya Kalimantan Selatan Kalsel Banjarmasin Kalimantan Timur Kaltim Samarinda Nusa Tenggara Bali Denpasar Nusa Tenggara Barat Mataram Nusa Tenggara Timur Kupang Pulau Sulawesi Sulawesi Barat Sulbar Mamuju Sulawesi Utara Sulut Manado Sulawesi Tengah Sulteng Palu Sulawesi Selatan Sulsel Makasar Sulawesi Tenggara Sultra Kendari Gorontalo Gorontalo Kepulauan Maluku dan Pulau Papua  Maluku Ambon Maluku Utara Ternate Papua Barat Sorong Papua Daerah Khusus Jayapura Papua Barat Daerah Khusus Manokwari


Petunjuk Awal Pengisian Air dan Bibit
Untuk mendapatkan lele yang berkualitas dan hasil yang memuaskan maka kondisi kolam harus disesuaikan dengan habitat yang disukai lele.

Langkah Pertama

Bagian dalam kolam terpal dicuci dengan kain atau sikat untuk menghilangkan bau lem atau zat kimia yang dapat mematikan bibit ikan. Setelah itu kolam dikeringkan selam satu hari, barulah kolam diisi dengan air setinggi 30 cm. Kedalaman tersebut sangat ideal bagi bibit yang sewaktu-waktu bergerak kepermukaan air. Air yang telah diisi dibiarkan selama seminggu

Langkah Kedua

Disiapkan bibit sebanyak 2.000 ekor ukuran 3 - 5 cm. Untuk ukuran kolam 3x4x1m. Pemakaian bibit sebaiknya ukuran yang telah memakan pelet butiran (F 999), hal ini untuk mempermudah dalam pemeliharaan dan pemberiaan makan, agar tidak terjadi banyak kematian . Bibit yang baru dibeli (baru tiba) jangan langsung dimasukan ke dalam kolam tetapi dimasukan kedalam ember kemudian ditambahkan air kolam sedikit demi sedikit, penambahan air tersebut dilakukan hingga 3 kali. Agar bibit lele dapat beradaptasi dengan suhu air di dalam kolam.

Perawatan Lele dalam Kolam Terpal

Perawatan lele di kolam terpal pada umumnya tidak berbeda dengan perawatan di kolam lainnya. Beberapa perawatan lele yang perlu diperhatikan dalam kolam terpal adalah sebagai berikut :

- Penambahan air dan Pergantian airBila air dalam kolam terpal berkurang karena proses penguapan maka tambahkan air hingga kembali pada posisi normal. Penambahan air dilakukan dari tinggi air 30 cm hingga menjadi 80 cm. secara bertahap setiap bulannya (dalam sebulan air perlu ditambah 15 - 20 cm). Pergantian air dilakukan saat air mulai tampak kotor (hal ini ditandai dengan ikan mulai menggantung). Pegantian air sampai umur 2 bulan biasanya dilakukan 2 kali. Kemudian di bulan ketiga dilakukan 2 minggu sekali (hal ini dilakukan karena pada bulan ketiga pemberian makan semakin banyak dan populasi ikan semakin padat). Pergantian air dengan cara membuka saluran pengeluaran (paralon) hingga air tinggal sedikit (hampir kering). Pada saat pergantian air biasanya dilakukan penyortiran dengan memisahkan ikan yang pertumbuhan sangat cepat. Bila setelah pergantian air dilakukan beberapa hari kemudian air kelihatan coklat dan berbau anyir maka perlu dilakukan penambahan dan pengurangan air (sirkulasi air masuk dan keluar).

- Pemberian Pakan

Pemberian pakan harus disesuaikan dengan besar mulut ikan. Pakan yang diberikan adalah pakan dari pabrik. Untuk kegiatan pembesaran ikan maka pemberian pakan awal adalah FF 999 sampai ikan umur 2 minggu kemudian 781-1 sampai umur 2 bulan dan 781-2 sampai umur ikan siap panen yaitu 3 bulan. Perbandingan hasil panen dengan pakan yang diberikan adalah 1 : 1 (konversi pakan 1 kg menghasilkan 1 kg daging ikan). Bahkan ada petani yang konversi pakannya 0,8 : 1 artinya 0,8 kg pakan menghasilkan 1 kg daging ikan. Penekanan biaya pakan yang diberikan dapat dilakukan dengan cara memberikan pakan tambahan berupa usus ayam dan keong mas saat ikan berusia 1 bulan samapai 3 bulan. Pemberian bangkai ayam atau usus ayam harus yang masih segar kemudian direbus lalu diberikan. Sedangkan pemberian pakan keong mas dilakukan dengan cara merebus keong mas didinginkan dan kemudian dicungkil daging keong mas dengan lidi atau paku lalu diberikan pada ikan sesuai dengan kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan pakan lele dalam usaha makro, sebaiknya pakan pellet tersebut harus dibuat sendiri .

Panen
Pemanenan dapat dilakukan dengan cara panen sortir atau dengan panen sekaligus (semua). Panen sortir adalah dengan memilih ikan yang sudah layak konsumsi (dipasarkan) biasanya ukuran 5 sampai 10 ekor per kg.

sumber : cybex.deptan.go.id

SUPER LELE : IKAN SEHAT BERBOBOT DAN CEPAT BESAR

Penggunaan probiotik merupakan investasi yang wajib dilakukan oleh pembudidaya lele, biaya produksi diawal meningkat, namun konsumsi pakan berkurang karena panen lebih awal.



SUPER LELE Kemasan 500 ml
* harga berlaku untuk pemesanan online
Dapatkan Harga Spesial*
member/agen/reseller/dropship








 
MANFAAT :
- Meningkatkan hasil panen lele
- Menghemat pakan
- Mempercepat waktu panen
- Meningkatkan kualitas air
- Menghilangkan bau amis pada kolam
- Menekan tingkat kematian (mortalitas)
- Memacu pertumbuhan ikan
- Meningkatkan nafsu makan
- Mempercepat proses penyembuhan luka pada tubuh ikan

PETUNJUK PENGGUNAAN :
- Campurkan secara merata ke dalam pakan ikan dengan dosis 1 tutup botol SUPER LELE per 2 kg pakan.

Diproduksi : PT. Rekayasa Sumber Daya Hayati
Lisensi : KMHaKI PPAU IH Institut Teknologi Bandung

DAPATKAN PROBIOTIK PERIKANAN INOVASI TERKINI
PEMACU PERTUMBUHAN + PENGOLAH KUALITAS AIR + PENGOBATAN IKAN


Cara Pemesanan Barang dapat dilakukan melalui SMS, Email, dan Facebook.
1. Kirim Pesan : Jumlah Barang, Jenis Barang, Wilayah (Kota/Kab.)
2.  Tunggu Balasan SMS Informasi Harga dan Biaya Pengiriman
3. Lakukan Pembayaran dan Konfirmasi segera Pembayaran :
Jumlah Dana, Bank, Nama Barang, Alamat Lengkap
4. Kami akan segera memproses penerimaan dana dan mengirimkan barang secepatnya

Melayani Pengiriman Buku Peternakan ke seluruh Nusantara :Pulau Sumatra Nanggroe Aceh Darussalam NAD Daerah Istimewa Ibu Kota Banda Aceh Sumatera Utara Sumut Medan Sumatera Barat Sumbar Padang Bengkulu Bengkulu Riau Pekan Baru Kepulauan Riau Kepri Tanjung Pinang Jambi Jambi Sumatera Selatan Sumsel Palembang Lampung Bandar Lampung Kepulauan Bangka Belitung Babel Pangkal Pinang Pulau Jawa DKI Jakarta Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Jakarta Jawa Barat Jabar Bandung Banten Serang Jawa Tengah Jateng Semarang DI Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta Yogyakarta Jawa Timur Jatim Surabaya Pulau Kalimantan Kalimantan Barat Kalbar Pontianak Kalimantan Tengah Kalteng Palangkaraya Kalimantan Selatan Kalsel Banjarmasin Kalimantan Timur Kaltim Samarinda Nusa Tenggara Bali Denpasar Nusa Tenggara Barat Mataram Nusa Tenggara Timur Kupang Pulau Sulawesi Sulawesi Barat Sulbar Mamuju Sulawesi Utara Sulut Manado Sulawesi Tengah Sulteng Palu Sulawesi Selatan Sulsel Makasar Sulawesi Tenggara Sultra Kendari Gorontalo Gorontalo Kepulauan Maluku dan Pulau Papua  Maluku Ambon Maluku Utara Ternate Papua Barat Sorong Papua Daerah Khusus Jayapura Papua Barat Daerah Khusus Manokwari

CV. Pradipta Paramitha MINARAYA : Mix Probiotic with Herbal khusus Ikan Lele dan Bandeng



Dapatkan Harga Spesial*
member/agen/reseller/dropship

Untuk hidup dan perkembangan lele secara optimal perlu kolam yang sehat dan bebas dari penecemaran dan ketersediaan pakan alami berupa phytoplankton maupun zooplankton dan algae serta kandungan Disolved Oxygen yang tercukupi (DO air + 8 ppm). Kolam yang tercukupi oksigen ini akan membuat lele tenang didalam kolam  tanpa harus berulangkali muncul dipermukaan air untuk mencari asupan oksigen, disamping itu lele yang tidak naik turun energi yang berasal dari pakan akan digunakan untuk pembentukan tubuh bukan sebagai sumber tenaga, sehingga lele akan cepat gemuk/besar.

Di dalam kolam juga bisa dijumpai faeces (kotoran), bangkai ikan dan sisa pakan dan hal ini bisa menyebabkan pencemaran kolam atau turunnya kualitas air kolam bila didalam kolam didominasi oleh bakteri yang merugikan, namun dengan pemberian Minaraya didalam kolam maka kolam akan didominasi oleh bakteri yang menguntungkan dan faeces, serta sisa pakan dan bangkai ikan ini justru diolah menjadi bahan dengan ikatan yang lebih sederhana dan bisa dimakan/digunakan oleh phytoplankton/zooplankton dan phytoplankton maupun zooplankton ini akan masuk kedalam rantai makanan sehingga secara tidak langsung dapat digunakan kembali oleh lele.

Disamping itu adanya sisa pakan dan kotoran serta faeces oelh bakteri tertentu dapat diubah menjadi gas  ammoniak, H2S dan gas methan, dimana kehadiran gas-gas ini didalam kolam bisa meracuni kolam dan menghambat pertumbuhan (inhitoring factor) sehingga lele menjadi sulit tumbuh.

Kolam yang tercukupi sinar matahari dan diberi minaraya akan nampak hijau, dan kolam yang hijau ini menunjukkan ketersediaan phytoplankton dan udara yang baik sebagai hasil fotosintesa dan kolam yang hijau ini biasanya memiliki kandungan pH yang netral sekitar 7  sehingga membuat ikan tidak stress (lele biasanya akan stress bila ada perubahan pH yang extrim, misalnya sesudah hujan lebat, pH kolam turun menjadi lebih asam kolam tidak berwarna hijau lagi dan stress yang berkepanjangan bisa meningkatkan mortalitras lele) namun bila kolam berwarna hijau maka ketersediaan pakan alami akan lebih baik dan pemberian pakan tambahan bisa dikurangi atau pada pemberian pakan tambahan yang sama akan membantu lele makin cepat besar.

Disamping itu Minaraya mengandung berbagai bakteri yang mengurai bahan makanan sehingga makanan yang diberi minaraya akan makin mudah dicerna dan pertumbuhan lele makin cepat. Adapun komposisi bakteri yang ada adalah Lactobacilus acidhphilus, Biffidobacterium loggum, Sachharomycetes cerreviceae, dll. Yang sangat poluler berpengaruh positive bagi penguraian bahan pakan.

Minaraya mengandung MIX HERBAL pilihan asli Indonesia yang sangat sering dijumpai dalam keseharian kita misalnya jahe (Zingiber officinale), temu lawak, temu ireng, kunyit dengan komposisi yang tepat sehingga satu sama yang lain akan berfungsi saling melengkapi untuk mendukung kesehatan lele, sehingga makin tahan terhadap serangan penyakit.

Cara penggunaan :
1. Sebagai campuran pakan : Berikan 1 tutup untuk 2,5 kg pakan, caranya ambil air bersih + 100 ml beri 1 tutup Minaraya lalu aduk dan campur secara merata atau semprotkan kedalam pakan ikan dan langsung diberikan ke lele (tidak perlu diperam).
2. Pada air kolam : Tuangkan Minaraya lele 2–6 liter per ha kolam,  berikan 2 minggu 1 kali.
3. Pada saat persiapan kolam (sebelum benih dimasukkan) : Methode persiapan kolam ada berbagai cara bila mengunakan pupuk andang atau kompos organik untuk persiapan kolam, maka tuangkan larutan Minaraya kedalam dasar kolam yang berisi air dan pupuk kandang, tunggu 1-2 minggu atau sampai kolam tidak ada fermentasi (ada gelembung oksigen) dan sudah mulai berwarna hijau.

DAPATKAN PROBIOTIK PERIKANAN INOVASI TERKINI
PEMACU PERTUMBUHAN + PENGOLAH KUALITAS AIR + PENGOBATAN IKAN

Cara Pemesanan Barang dapat dilakukan melalui SMS, Email, dan Facebook.
1. Kirim Pesan : Jumlah Barang, Jenis Barang, Wilayah (Kota/Kab.)
2.  Tunggu Balasan SMS Informasi Harga dan Biaya Pengiriman
3. Lakukan Pembayaran dan Konfirmasi segera Pembayaran :
Jumlah Dana, Bank, Nama Barang, Alamat Lengkap
4. Kami akan segera memproses penerimaan dana dan mengirimkan barang secepatnya

Melayani Pengiriman Buku Peternakan ke seluruh Nusantara :Pulau Sumatra Nanggroe Aceh Darussalam NAD Daerah Istimewa Ibu Kota Banda Aceh Sumatera Utara Sumut Medan Sumatera Barat Sumbar Padang Bengkulu Bengkulu Riau Pekan Baru Kepulauan Riau Kepri Tanjung Pinang Jambi Jambi Sumatera Selatan Sumsel Palembang Lampung Bandar Lampung Kepulauan Bangka Belitung Babel Pangkal Pinang Pulau Jawa DKI Jakarta Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Jakarta Jawa Barat Jabar Bandung Banten Serang Jawa Tengah Jateng Semarang DI Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta Yogyakarta Jawa Timur Jatim Surabaya Pulau Kalimantan Kalimantan Barat Kalbar Pontianak Kalimantan Tengah Kalteng Palangkaraya Kalimantan Selatan Kalsel Banjarmasin Kalimantan Timur Kaltim Samarinda Nusa Tenggara Bali Denpasar Nusa Tenggara Barat Mataram Nusa Tenggara Timur Kupang Pulau Sulawesi Sulawesi Barat Sulbar Mamuju Sulawesi Utara Sulut Manado Sulawesi Tengah Sulteng Palu Sulawesi Selatan Sulsel Makasar Sulawesi Tenggara Sultra Kendari Gorontalo Gorontalo Kepulauan Maluku dan Pulau Papua  Maluku Ambon Maluku Utara Ternate Papua Barat Sorong Papua Daerah Khusus Jayapura Papua Barat Daerah Khusus Manokwari

DROPSI : Obat Ikan Lele "Anti Kembung - Pendarahan - Berputar-putar"


DROPSI - 50 Gram
Anti Kembung - Pendarahan - Berputar-putar


INDIKASI :
- Gelembung besar dibawah perut ikan
- Pembengkakan pangkal sirip ikan
- Luka pada permukaan tubuh ikan
- Kehilangan napsu makan
- Lemah dan berputar2 di permukaan air




CARA PAKAI :
- Perendaman : 2-5 gram dicampurkan dalam 1000 lt air, diulangi tiap 3 hari sekali.
- Melalui pakan pencegahan : 3-5 gran dicampurkan pada 1 kg pelet ikan selama 4-5 hari.
- Pengobatan : 5-10 gram dicampurkan pada 1 kg pelet ikan selama 4-5 hari.

ANJURAN :
 - Pencampuran obat dengan pakan dapat memakai putih telur.
 - Bila kondisinya parah, dosis dapat ditingkatkan 2x lipat.
 

DAPATKAN PROBIOTIK PERIKANAN INOVASI TERKINI
PEMACU PERTUMBUHAN + PENGOLAH KUALITAS AIR + PENGOBATAN IKAN

Cara Pemesanan Barang dapat dilakukan melalui SMS, Email, dan Facebook.
1. Kirim Pesan : Jumlah Barang, Jenis Barang, Wilayah (Kota/Kab.)
2.  Tunggu Balasan SMS Informasi Harga dan Biaya Pengiriman
3. Lakukan Pembayaran dan Konfirmasi segera Pembayaran :
Jumlah Dana, Bank, Nama Barang, Alamat Lengkap
4. Kami akan segera memproses penerimaan dana dan mengirimkan barang secepatnya

Melayani Pengiriman ke seluruh Nusantara :Pulau Sumatra Nanggroe Aceh Darussalam NAD Daerah Istimewa Ibu Kota Banda Aceh Sumatera Utara Sumut Medan Sumatera Barat Sumbar Padang Bengkulu Bengkulu Riau Pekan Baru Kepulauan Riau Kepri Tanjung Pinang Jambi Jambi Sumatera Selatan Sumsel Palembang Lampung Bandar Lampung Kepulauan Bangka Belitung Babel Pangkal Pinang Pulau Jawa DKI Jakarta Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Jakarta Jawa Barat Jabar Bandung Banten Serang Jawa Tengah Jateng Semarang DI Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta Yogyakarta Jawa Timur Jatim Surabaya Pulau Kalimantan Kalimantan Barat Kalbar Pontianak Kalimantan Tengah Kalteng Palangkaraya Kalimantan Selatan Kalsel Banjarmasin Kalimantan Timur Kaltim Samarinda Nusa Tenggara Bali Denpasar Nusa Tenggara Barat Mataram Nusa Tenggara Timur Kupang Pulau Sulawesi Sulawesi Barat Sulbar Mamuju Sulawesi Utara Sulut Manado Sulawesi Tengah Sulteng Palu Sulawesi Selatan Sulsel Makasar Sulawesi Tenggara Sultra Kendari Gorontalo Gorontalo Kepulauan Maluku dan Pulau Papua  Maluku Ambon Maluku Utara Ternate Papua Barat Sorong Papua Daerah Khusus Jayapura Papua Barat Daerah Khusus Manokwari

BACA JUGA ARTIKEL BERIKUT :
Mengenal Dan Mengatasi Penyakit Pada Ikan Lele 

Hama dan penyakit pada budidaya lele menjadi salah faktor penentu keberhasilan bisnis ini. Menanggulangi penyakit lele merupakan salah satu upaya mekmaksimalkan budidaya lele. Meski pengetahuan dan cara menanggulangi penyakit pada budidaya lele cukup penting terkadang diabaikan oleh peternak lele, apalagi jika usaha lele ini hanya menjadi usaha sampingan atau bisnis skala usaha kecil. Banyak kejadian lele tiba-tiba mati mendadak dalam jumlah besar atau satu per satu mati dan akhirnya tidak bisa panen. Pertanyaan dan keluhan mengenai cara mengatasi penyakit pada ikan lele cukup sering kita dengar sehingga penting bagi para pembudidaya lele untuk memiliki pengetahuan di dalam hal ini. Hama ikan Lele ukuran besar nampak secara kasat mata misalnya kucing, ular,Linsang. Untuk lele bibit di sawah  hama lele bisa datang dari kodok, Ucrit dan burung pemakan ikan dan hewan-hewan lain. Penyakit pada ikan lele biasanya disebabkan oleh mikroorganisme yang tidak kasat mata.

Penyakit Biasa Menyerang Ikan Lele
Penyakit pada ikan lele cukup beragam dan memerlukan penanganan yang berbeda-beda tergantung jenis penyakitnya. Untuk mengetahui jenis penyakit apa yang menimpa ikan lele peliharaan kita, bisa dilihat dari gejala-gejala luar ikan lele. Meski lele termasuk ikan yang tahan hidup dalam air yang berkualitas buruk, tetapi sanitasi air memegang peranan penting dalam menunjang kesehatan lele.

Penyakit pada ikan lele biasanya disebabkan oleh mikroorganisme yang bersifat parasit yang hidup pada tubuh ikan lele, mikroorganisme ini biasanya berupa virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil. Beberapa penyebab penyakit pada ikan lele antara lain:

1. Penyakit karena Bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas hydrophylla
Bentuk bakteri ini seperti batang dengan cambuk yang terletak di ujung batang, dan cambuk ini digunakan untuk bergerak. Ukurannya 0,7-0,8 x 1-1,5 mikron.
Gejala Lele Terserang Bakteri ini : warna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan timbul pendarahan. Lele bernafas megap-megap di permukaan air.
Pencegahan: lingkungan harus tetap bersih, termasuk kualitas air harus baik.
Pengobatan: melalui makanan antara lain pakan dicampur Terramycine dengan dosis 50 mg/kg ikan/hari, diberikan selama 7-10 hari berturut-turut atau dengan Sulphonamid sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3-4 hari.

2. Penyakit tuberculosis yang disebabkan bakteri Mycobacterium fortoitum
Gejalanya: tubuh ikan berwarna gelap, perut bengkak (karena tubercle/bintil-bintil pada hati, ginjal, dan limpa). Posisi berdiri di permukaan air, berputar-putar atau miring-miring, bintik putih di sekitar mulut dan sirip.
Pengendalian: memperbaiki kualitas air dan lingkungan kolam.
Pengobatan: dengan Terramycin dicampur dengan makanan 5-7,5 gram/100 kg ikan/hari selama 5-15 hari.

3. Penyakit karena Jamur/Cendawan Saprolegnia.
Penyebab: jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan yang kondisinya lemah.

Gejala: ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Penyerangan pada telur, maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas.

Pengendalian: benih gelondongan dan ikan dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate 2,5-3 ppm selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate 0,1-0,2 ppm selama 1 jam atau 5-10 ppm selama 15 menit.

4. Penyakit bintik putih dan gatal (Trichodiniasis)
Penyebab: parasit dari golongan Ciliata, bentuknya bulat, kadang-kadang amuboid, mempunyai inti berbentuk tapal kuda, disebut Ichthyophthirius multifilis.
Gejala:
(1) ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di permukaan air;
(2) terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan insang;
(3) ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding kolam.
Pengendalian: air harus dijaga kualitas dan kuantitasnya.

Pengobatan: dengan cara perendaman ikan yang terkena infeksi pada campuran larutan formalin 25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green Oxalate 0,1 gram/m3 selama 12-24 jam, kemudian ikan diberi air yang segar. Pengobatan diulang setelah 3 hari.

5. Penyakit cacing Trematoda
Penyebab: cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus. Cacing Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan cacing Gyrodactylus menyerang kulit dan sirip.
Gejala: insang yang dirusak menjadi luka-luka, kemudian timbul pendarahan yang akibatnya pernafasan terganggu.
Pengendalian:
(1) direndam formalin 250 cc/m3 air selama 15 menit;
(2) Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam;
(3) menyelupkan tubuh ikan ke dalam larutan Kalium Permanganat (KMnO4) 0,01% selama ±30 menit;
(4) memakai larutan NaCl 2% selama ± 30 menit;
(5) dapat juga memakai larutan NH4OH 0,5% selama ±10 menit.

6. Parasit Hirudinae
Penyebab: lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecoklatan.
Gejala: pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga menyebabkan anemia/kurang darah.
Pengendalian: Selalu diamati pada saat mengurangi padat tebar dan dengan larutan Diterex 0,5 ppm.
Apabila lele menunjukkan tanda-tanda sakit, harus dikontrol faktor penyebabnya, kemudian kondisi tersebut harus segera diubah.

Penyakit yang menimpa ikan lele biasanya terjadi karena lingkungan air yang tidak baik, misalnya tercemar oleh zat-zat berbahaya, kepadatan tebar yang terlalu besar dan perubahan suhu yang drastis. Pada kondisi demikian daya tahan ikan lele menurun dan mudah terserang penyakit. Penyakit pada lele bisa juga berasal dari bibit lele sudah membawa penyakit dari asalnya, hanya belum menunjukkan gejala sakit saat ditebar. Untuk itu perlu berhati-hati dalam memilih bibit lele. Cara lain mengatasi penyakit ikan lele adalah mengkarantina ikan lele sakit pada kolam karantina yang diberi garam ikan, selain dengan pengobatan-pengobatan tersebut. (Galeriukm).
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...